Aspek Pajak atas Pembubaran Perusahaan

Apabila sebuah perusahaan akan dibubarkan, umumnya akan ada aspek pajak yang akan timbul antara lain adalah Pajak Penghasilan (PPh) dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Apabila pada saat pembubaran perusahaan tersebut masih terdapat Barang Kena Pajak (BKP) baik yang merupakan persediaan barang dagangan maupun aktiva, maka PPN-nya harus dilunasi karena dianggap sebagai pemakaian sendiri (lihat Pasal 1A huruf e UU PPN beserta memori penjelasannya).

Masih menurut ketentuan Pasal 1A huruf e UU PPN, apabila ada penyerahan aktiva yang menurut tujuan semula tidak untuk diperjualbelikan yang tersisa pada saat pembubaran perusahaan, maka atas penyerahan tersebut terutang PPN.

Jika perusahaan yang akan dibubarkan tersebut mengembalikan penyertaan modal melebihi modal awal yang disetor, maka atas kelebihan pengembalian tersebut dianggap sebagai dividen dan wajib dipotong PPh Pasal 23. Begitu pun apabila sebelum dibubarkan perusahaan memberikan gaji atau pembayaran lain kepada pegawai atau staf, maka wajib dipotong PPh Pasal 21.

Pajak-pajak yang sudah dipotong atau dipungut oleh perusahaan tersebut harus disetorkan (dilunasi) ke kas negara dan dilaporkan ke Kantor Pajak tempat perusahaan terdaftar pada saat mengajukan permohonan pencabutan NPWP.

konsultanpajak-aaa.com konsultan-pajak.co.cc aris-aviantara.blogspot aviantara.wordpress

 

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: