Tax Treaty Indonesia-Jepang : Time Test

Tax treaty yang satu ini, boleh dikatakan sebagai salah satu tax treaty yang cukup unik. Bukan hanya karena beberapa aturan-aturan di dalamnya yang cukup mencerminkan rendahnya bargaining power Indonesia, tetapi juga karena ia adalah salah satu tax treaty yang sangat sulit untuk dilakukan proses renegosiasinya.

Keunikan itu salah satunya terlihat dari mekanisme penentuan time test untuk menentukan ada atau tidaknya bentuk usaha tetap (Pasal 5 tax treaty Indonesia-Jepang). Keunikan —jika tidak dikatakan ketidakimbangan bargaining power— ini dapat dilihat dari lama waktu (dalam satuan hari) untuk menentukan time test dan periode penghitungan jumlah hari tersebut.

Tax treaty Indonesia-Jepang menggunakan jangka waktu 183 hari, suatu jangka waktu yang cukup lama dalam menentukan ada atau tidaknya bentuk usaha tetap jika dibandingkan dengan kebanyakan time test dalam tax treaty. Menambah keunikan tadi, periode penghitungan jumlah hari tadi juga tidak menggunakan jangka waktu dua belas bulan yang dihitung sejak saat kedatangan tetapi menggunakan jangka waktu satu tahun takwim (Januari—Desember). Ketentuan ini, menimbulkan celah yang lebih lebar untuk melakukan tax planning guna menghindari pengenaan pajak di negara sumber.

konsultanpajak-aaa.com konsultan-pajak.co.cc aris-aviantara.blogspot aviantara.wordpress

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: