Tunjangan Pajak dan Pajak Ditanggung Pemberi Kerja

Tunjangan Pajak dan Pajak ditanggung pemberi kerja keduanya merupakan pengeluaran pegawai. Bedanya, jumlah tunjangan pajak tidak ditentukan oleh besarnya PPh 21 pegawai angkan jumlah pajak yang ditanggung pemberi kerja tergantung besarnya PPh 21 pegawai. Pajak yang ditanggung pemberi kerja sama besar dengan PPh 21 pegawai, berapapun nlahnya sedangkan jumlah tunjangan pajak relatif tetap setiap bulan.

Bagi pemberi kerja perbedaan keduanya adalah tunjangan pajak boleh menjadi biaya pemberi kerja sedangkan Pajak ditanggung pemberi kerja tidak boleh. Hal tersebut berdasarkan pasal 9 UU PPh dan pasal 7 huruf e KEP-545/PJ./2000 jo PER-15/PJ.2006 yang menggolongkan pajak ditanggung pemberi kerja sebagai kenikmatan (benefit in kind) sehingga tidak boleh menjadi biaya. Oleh karenanya bagi pegawai yang menerima, tunjangan pajak akan merupakan penghasilan sedangkan pajak yang ditanggung pemberi kerja bukan penghasilan (Prinsip Taxable – Deductible}.

Apabila perusahaan mengambil kebijakan untuk menanggung semua PPh 21 pegawai tetapi sekaligus ingin membiayakan pengeluaran tersebut, maka jumlah tunjangan pajak setiap pegawai harus dihitung sedemikian rupa sehinggga jumlahnya sama dengan PPh 21 pegawai yang bersangkutan (metode gross up).

konsultan-pajak.co.cc aris-aviantara.co.cc aris-aviantara.blogspot aviantara.multiply softindo-exac softindo.wordpress

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: