Pajak dalam Kontrak

Kontrak yang dikenal juga dengan istilah perjanjian, persetujuan, atau perikatan adalah suatu perbuatan di mana satu orang atau lebih mengikatkan diri terhadap satu orang atau lebih.Kesepakatan untuk menjual barang atau menyerahkan jasa antara satu pengusaha dengan pengusaha yang lain biasanya akan dituangkan dalam kontrak yang didalamnya memuat hak dan kewajiban dari masing-masing pihak.

Begitu pentingnya kontrak, yang apabila terjadi penyimpangan perbuatan dijadikan sebagai rujukan pertama sehingga di dalamnya harus dapat mengantisipasi segala kemungkinan yang mungkin timbul di kemudian hari termasuk masalah pajak.

Undang-undang perpajakan kita menganut asas self-assessment yang menyerahkan kepercayaan kepada Wajib Pajak untuk menghitung sendiri besarnya pajak yang harus disetor dan dibayarnya. Di dalam cara pelunasan pajak itu sendiri mengenal istilah withholding system yang jika diartikan secara sederhana adalah pelunasan pajak melalui pemotongan oleh pihak lain.

Pemerintah melimpahkan tanggung jawab dan kewajiban kepada Wajib Pajak untuk memotong pajak atau memungut pajak dari Wajib Pajak lainnya atas suatu transaksi tertentu. Kewajiban tersebut tidak diterapkan atas seluruh transaksi tapi terhadap transaksi tertentu yang ditetapkan sebagai terhutang pajak. Pemahaman atas transaksi yang terhutang pajak adalah suatu kewajiban yang mutlak harus diketahui oleh Wajib Pajak.

Memang, belum semua Wajib Pajak paham atas transaksi yang dikenakan pajak. Bahkan sebagian mungkin tidak begitu peduli dengan masalah pajak. Untuk menghindari perbedaan salah tafsir atas suatu transaksi khususnya mengenai kewajiban perpajakan yang timbul maka hal itu sebaiknya dituangkan dalam kontrak.

Kewajiban perpajakan yang timbul atas suatu transaksi harus dituangkan secara jelas siapa yang harus menanggung pajak dan siapa yang harus memotong atau memungut pajak. Tujuannya jelas agar tidak timbul permasalahan dikemudian hari karena menganggap hal itu tidak diatur dalam kontrak. Padahal kewajiban perpajakan itu melekat pada salah satu diri Wajib Pajak yang ditetapkan melaksanakan kewajiban. Jika Wajib Pajak dikenakan kewajiban untuk memotong atau memungut pajak dari Wajib Pajak lain tetapi tidak dapat melaksanakannya karena Wajib Pajak lain tidak bersedia untuk dipotong atau dipungut, maka kewajiban pelunasan pajak tersebut tetap melekat pada diri Wajib Pajak yang dikenakan kewajiban tersebut.

Masalah pajak harus clear, dan itu harus ditetapkan di awal, di dalam kontrak. Dengan menuangkan kewajiban perpajakan dalam kontrak, setidaknya akan menghindari dari perselisihan di kemudian hari. Masing-masing Wajib Pajak jadi paham akan kewajibannya masing-masing. Apabila kemudian penghasilannya dipotong pajak tidak menjadi masalah lagi karena masing-masing mengerti hak dan kewajibannya.

Masalah pajak yang biasanya muncul dalam suatu transaksi biasanya meliputi dua hal yaitu:

1.Pajak yang harus dipungut olehpihak yang menyerahkan barang atau jasa (Supplier)

2.Pajak yang harus dipotong oleh pihak yang menerima barang atau jasa atas pembayaran yang dilakukannya (Consumer).

Pajak yang harus dipungut oleh pihak yang memberikan barang atau jasa adalah berupa PPN dan PPn BM. Untuk transaksi tertentu bisa termasuk juga PPh Pasal 22, misalnya penyerahan BBM oleh Pertamina.

Pajak yang harus dipotong oleh pihak yang menerima barang atau jasa bisa meliputi PPh Pasal 21, PPh Pasal 22, PPh Pasal 23, atau PPh Pasal 26 tergantung dari jenis transaksi dan Wajib Pajak yang penerima pembayaran. Dalam kondisi tertentu termasuk PPN, misal consumer adalah badan tertentu yang ditetapkan sebagai pemungut PPN maka kewajiban untuk menyetorkan PPN yang seharusnya dipungut dan disetor oleh supplier dilakukan oleh dirinya sendiri atas nama supplier.

Dan sekali lagi bahwa semua kewajiban tersebut harus jelas pihak-pihak yang harus memotong dan memungut pajak agar tidak terjadi perbedaan penafsiran kontrak dikemudian hari.

konsultanpajak-aaa.com konsultan-pajak.co.cc aris-aviantara.blogspot aviantara.wordpress

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: